TUMBUH DAN BERKEMBANG MENJADI GENERASI TANGGUH
TUMBUH DAN BERKEMBANG MENJADI GENERASI TANGGUH
Hidup diibaratkan sebagai sebuah kompetisi antra hidup dan mati, menang atau kalah, bertahan ata menyerang, hidup senantiasa menuntut untuk melakukan pergerakan atau ia akan mati ditelan oleh pergerakan dari selainnya, baik singa maupun kijang apapun dan bagaimanapun keadaannya bergerak adalah suatu kewajiban justru akan salah jika tidak melakukan pergerakan.
Kompetisi ditujukan untuk mencapai suatu hal seperti halnya kijang ia menginginkan keberlangsungan hidupnya dengan berlari menghindari singa, sedangkan singa menginginkan pencapaian dapat memangsa kijang untuk mempertahankan hidupnya, seua berlomba untuk memprtahankan eksistensinya.
Buku Strawberry Generation hasil tulisan dari Prof. Rhenald Kasali menyampaikan bahwa masa saat ini memasuki masa manusia yang lemah, memang dengan banyaknya akses teknologi informasi dan komunikasi menjadikan seseorang memungkinkan untuk memiliki beragai macam pengetahuan,berbagai macam disiplin ilmu dengan banyak informasi yang dapat mereka akses melalui berbagai portal internet. Namun dibalik itu semua genrasi saat ini memiliki kelemahan secara karakter mudah menyerah, kurang kerja keras, berfikir secara acak (kurang sistmatis), cepat puas atas pencapaian. Informasi bagus untuk pengetahuan namun peru untuk di sistematiskan kelemahan generasi starwberry ini mereka tidak dapat mensistematiskan pengetahuan yang sudah mereka dapatkan hingga hanya menjadikan mereka sebagai Bank Data, kaya akan data namun tidak bisa menghasilkan karena bingung hendak memulai dari mana.
Sesuai dengan isi dari buku tersebut dan dari penulis sendiri perlu untuk melakukan perubahan dari generasi rapuh menjadi generasi tangguh diantaranya yang dapat dilakukan :
1. Growth Mindset adalah pemikiran yang bertumbuh, ini dapat diindikasikan dengan puas tidaknya kita dengan pencaaian selama ini, jika sudah merasa puas dan merasa tidak ada yang perlu diubah maka kita masih belum memiliki growth mindset karena makna dari tumbh sendiri adalah dengan tidak merasa puas atau senantiasa mengondisikan diri ini memiliki kekurangan dan kekurangan itu perlu untuk dibenahi dan dipecahkan seperti halnya pernyatan Steve Jobs stay hungry tetaplah merasa lapar, tetaplah merasa kurang akan segala pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki agar bisa senantiasa berusaha untuk memenuhi rasa lapar itu.
2. Memahami kembali konsep hidup sosial, sejak sekolah dasar kita dijelaskan bahwa manusia termasuk makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa bantuan dari selainnya, manusia memiliki keterbatasan untuk memnuhi kebutuhannya untuk itu diperlukan orang lain agar bisa memenuhinya. Ini menunjukkan bahwasanya hidup antar sesama manusia saling memiliki hubungan, hubungan yang tidak bisa dilepaskan karena sudah menjadi kodrat dari Tuhan. Kehidupan manusia satu dengan selainnya akan saling berkaitan oleh karena itu dengan memperlebar sudut pandang bahwasanya hidup ini bukan hanya aku atau saya melainkan kita menjadikan seseorang akan memiliki motivasi lebih dalam menjalani hidup karena ia hidup bukan untk dirinya melainkan untuk orang di sekitarnya pula.
3. Memahami kedua sisi kehidupan, sering kita mendapatkan peryataan bahwa pisau merupakan benda bermata dua ia bisa digunakan untuk melakukan kejahatan atau ia bisa digunakan untuk kebaikan. Terkadang kita hanya melihat satu fenomena hanya berdasar pada satu sudut pandang seperti halnya sebuah permasalahan, masalah dianggap sebagai hal negatif untuk itu kita memilih untuk menghindar padahal dengan adanya masalah maka memungkinkan bagi kita memiliki pengalaman baru yang sebelumya berlum pernah ada, otak akan semakin berkembang ketika kita bisa memecahkan setiap permasalahan. seorang anak tidak bisa mengerjakan matematika dikatakan sebagai anak bodoh jika kita melihat bahawsanya memang tidak semua manusia bisa dalam semua bidang namun kita harus paham bahwsanya setiap manusia pasti memiliki potensi masing-masing. Howard Gardner menyebutkan ada berbagai macam bakat dalam diri manusia diantarannya : linguistic intelligence, mathematical, spatial, kinesteti, rhythmic, interpersonal, intrapersonal serta naturalist intelligence
berbeda dengan Howard, Conny Semiawan dan Utami Munandar mengklasifikasi bakat menjadi bakat akademik khusus, kreatif-produktif, seni, psikomotor/kinestetik, serta bakal sosial.
Hidup itu tuntutan, dituntut untuk memilih dan memutuskan, baik berlari atau tidak itu sebuah keputusan, segera putuskan hidup mu atau hidupmu diputuskan oleh orang lain.
sekian..
Referensi
1. Strawberry Generation hasil karya Prof Renhald Kasali
2. http://repository.uin-suska.ac.id/16392/7/7.%20BAB%20II_2018367BPI.pdf
3. https://symbianplanet.net/pengertian-bakat/

Komentar
Posting Komentar