Sejarah, Dagang dan Jalan
SURABAYA, kegiatan ekonomi tidak bisa
dilepaskan dari peradaban manusia, berawal dari perburuan untuk memenuhi
kebuthan hidup yang kemudian berali pada pertukaran barang kepemilikan menjadi
awal dari aktivitas ekonomi. Berawal pertukaraan brang dengan barang, barang
dengan jasa berubah menjadi jasa dengan alat tukar senilai barang pun demikian
ditukarkan dengan alat tukar yangs senilai.
Pertukaran
sumber daya ini sudah lama dilakukan, tidak asing disebut dengan istilah
perdagangan, diblahan duia manapun perdagangan menjadi kunci awal kemajuan
ekonomi suatu wilayah untuk penghidupan banyak orang ataupun segelintir orang.
Banyak model
perdagangan yang dapat dilakukan, kita kenal perdagagan modern dengan adanya
tempat untuk pertemuan penjual dan pembeli seperti : sakinah, alfamart, indomaret, alfamidi, giant dst. Perdagangan modern
yang tidak memerlukan tempat : shopee,
tokopedia, bukalapak, blibli.com, traveloka dst. Namun ada pula perdagangan
sederhana seperti : pasar, asongan, kelontong.
Masyarakat Kota
dengan persaingan ekonomi ketat dan harus bergerak cepat akan menjadi sia-sia
memiliki lahan perkotaan namun tidak dapat menghasilkan perekonomian, sebab itu
banyak ditemukan toko kelontong di wilayah perkotaan, fungsi toko kelontong
selain sebagai kegiatan utama dalam menghasika perekonomian juga sebagai
tambahan untuk mendapatkan ekonomi tambahan.
Hal ini juga
dialami oleh Ibu Siti Maryam pemilik toko Podomoro yang ada di ujung arah ke
Sidoarjo melalui jalan Merr II C atau Jl. Ir. Soekarno. Toko kelontongnya
tergolong baru, karena baru dibuka pada awal tahun setelah rampungnya
pembangunan Jl. Ir. Soekarno ini.
Berawal dari
berjalan bensin ecer mengggunakan botol kaca, botol ini didapatkan dari kenalan
yang suka minuman keras oplosan, dengan awal 21 liter bensin ecer. Isi toko
masih diisi dengan benar benang sisa ataupun yang masih utuh, rokok, permen,
kopi dan minuman berasa beberapa renceng.
Walau demikian
toko ini memiliki pengasilan yang cukup lumayan dengan kondisi baru buka, paling
ramai toko ini bisa mendapatkan 2-3 juta secara kotor. Bensin ecer bisa menghabiskan
50-60 liter/hari, rokok dalam 1 hari harus belanja ber-slop slop. Awalnya hanya mmebuka 1 bagian toko namun saat ini bisa
membka kedua sisi toko dengan kondisi barang dagang terisi penuh. Isi Toko Bu
Maryam ini beliau dapatkan dari penggunaan berbagai aplikasi daring karena
menawarkan diskon promo dan gratis ongkir, namun juga ada beberapa barang
dibeli dari agen terdekat atau toko lebih besar. Tak jarang sales-sales pun
dapat untuk menawarkan barang. Selain itu pun Bu Maryam mencari barang isi toko
murah dari media sosial dari situ bisa tau orang-orang yang jual dengan harga
miring berbagai media dimanfaatkan agar mendapatkan harga murah dengan harga
jual yang sama yang mana ini akna berefek pada laba.
Sumber Gambar 1 : Dokumen Pribadi
Saat ini toko Bu
Maryam ini memiliki berbagai macam isi, mulai dari air mineral berbagai ukuran,
LPG 3kg, bumbu dapur rencengan, minuman renceng, botol atau kaleng, roti, jajan
rencengan, kebutuhan bersih diri atau kebutuhan pokok. “opo ae di dol mas, kalo
ada oran tanya dan di toko belum ada ya saya bilang habis biar besok besok
orangnya cari lagi buat beli kalo dibilang nggak jual nanti nggak balik lagi
mas, soalnya kan udah bilang nggak jual kalo bilang habis kan berarti jualan
tapi sekarang barang kosong” Ujarnya, ini merupkan salah satu cara Bu Maryam
dalam mendapatkan pembeli.
Untuk memudakan anak maupun suainya ketika menjaga ntoko Bu Mayam membuat price list sederhana seperti berikut :
Sumber Gambar 2 : Dokumen Pribadi
Seiring dengan
pemberitaan serta kebijakan PSBB toko ini pun menjadi toko yang berdampak, “biasane telas 2 tong mas, bahkan bengi kudu
tuku maneh 2 tong, pas berita corona ini nyebar dan PSBB 1 tong cilik (21
liter) tau sampe telung dino (3 hari)” ujar Bu Maryam.
selama PSBB ini dagangan Bu Maryam berali ke bahan pokok yang ia dapatkan dari kenalan di media sosial selain itu juga menawarkan produk dari orang lain untuk kemdian dijual kembali. semua hal beliau tempuh agar mendapatkan penghasilan tambahan.
Toko Klontong Bu Maryam ini dapat berjalan dipengaruhi oleh adanya akses atau jalan raya yang kemudian membuka peluang usaha. Inilah yang di maksud dengan perkembangan perekonomian kota atau perkembangan suatu wilayah pasti memiliki pelecutnya atau faktor dengan pengaruh.
Dari toko Bu Maryam ini mengingatkan pembangunan Jalan Anyer-Panarukan sebagai akses untuk mempercepat perekonomian terutama perpindahan barang yang kemudian membuat tumbuhnya berbagai permukiman dan perdagangan dipanjang jalan itu. (12/6/2020).


Komentar
Posting Komentar